Gubernur, Bupati dan Forkopimda Hadiri dan Saksikan MoU PT BSI dan Koperasi Produsen Register Lima Untuk Kemajuan Masyarakat Petani Kopi RL

0
107

Penandatanganan MOU antara PT. Bank Syari’ah Indonesia (BSI) Area Bengkulu dengan Koperasi Produsen Register Lima Di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermain Ulu tadi pagi Kamis (15/6) berlangsung aman dan sukses.

Dihadiri langsung Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah,MMA, Bupati Rejang Lebong Drs. H. Syamsul Effendi,MM,
Wakil Bupati Rejang Lebong Hendra Wahyudiansyah,SH, unsur Forkopimda, Kepala-Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dilingkungan Pemkab Rejang Lebong terkait, Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Rejang Lebong.

Ketua Koperasi Rumpun Register Lima Mitra Jaya dalam sambutannya mengatakan, kami mendirikan koperasi rumpun register lima ini karena mayoritas ditempat kami tinggal maupun sekitarnya itu petani kopi.

“Petani-petani kopi disini banyak sekali kendala yang pertama ketentuan harga pasar selanjutnya masalah pemasaran. Selanjutnya masalah proses dan kualitas kopi yang bagus kita tidak paham. Maka kami koperasi rumpun register lima bertujuan dimana petani-petani ini nantinya agar tau tentang kualitas kopi dan harga pasaran. Niat kami melalui koperasi rumpun register lima ini ingin mensejahterakan Patani,” ungkapnya, Kamis (15/6).

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong Drs. H. Syamsul Effendi,MM menyampaikan, terima kasihnya kepada pihak Bank Syari’ah Indonesia (BSI) Bengkulu dan BSI Rejang Lebong yang telah dapat hadir dan kerja sama dalam artian membantu aktivitas akegiatan masyarakat kami Rejang Lebong khususnya di Bermain Ulu ini sendiri dan Tebat Pulau.

“Di Rejang Lebong ini hampir 65% hingga 75% mayoritas petani. Artinya peluang dan kesempatan itu sangat luas apa lagi masalah kopi. Untuk petani kopi ini di Bermain Ulu hampir diatas 90%,” jelas Bupati dengan penuh optimis.

Dilain sisi, Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah,MMA dalam sambutannya mengatakan, kopi merupakan satu komunitas unggulan Provinsi Bengkulu yang sudah diusahakan oleh masyarakat secara turun menurun.

“Provinsi Bengkulu itu menjadi salah satu penghasil kopi rebusta terbesar ke-3. Agar kopi kita diakui yang pertama yang sudah kita lakukan yaitu mensertifikasi. Agar nanti sewaktu kopi Bengkulu ini yang bagus tidak diambil orang lain. Maka tahun 2013 Kitas sertifikatkan dengan nama indikasi biografi untuk kopi-kopi Bengkulu. Kedua kopi Bengkulu kita ikut sertakan lomba internasional tahun 2019 di Prancis artinya dunia mengakui bahwa kopi rebusta Bengkulu merupakan kopi terbaik,” ungkap Gubernur Rohidin.

Acara ini ditutup dengan Penandatanganan MoU dan penyerahan bantuan berupa, KUR Petani sebanyak 5 orang, bantuan mesin EDC agen smart BSI sebanyak 2 orang, JKN KIS 18 buah di Bermain Ulu, 50 paket kelambu, oxgen consentrator 6 Unit, Kartu Bengkulu Sejahtera 5 buah, kursi roda, tingkat, alat bantu dengar 3 buah, 8 set bola volley, 2 set bola kaki untuk 5 desa, bibit durian 25, bibit alpukat 25, bibit Nangk 25, kotak sampah untuk 5 desa, 27 tabung gas elpiji 3 kg, dan 5 unit gerobak sayur.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here