Bupati Lounching Berkah Jajan Jum’at

0
296

Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Effendi, MM, melaunching gerakan infaq siswa SMP yang dikemas dalam program Baznas ‘’Berkah Jajan Jum’at’’. Launching dilaksanakan di SMPN2 Rejang Lebong di Jl Sukawati Curup, Senin, (18/12).

Launching dihadiri Kadis Dikbud, Rezza Pahlevie, SH, MM, Ketua Baznas, Faisal Nazarudin, S.Sos, Sekdis Dikbud, Hanafi, MPd. Serta, 57 kepala sekolah SMPN dan SMP swasta.

‘’Program ini sangat baik dan dibutuhkan sinergitas antara Baznas, PGRI dan Dikbud. Karena pelaksananya adalah para siswa maka, guru dan kepala sekolah harus aktif melakukan pengawasannya. Dan yang paling penting adalah, para siswa harus diberitahu tentang manfaat program Berkah Jajan Jum’at ini. Termasuk para orang tua siswa,’’ kata bupati.

Memang lanjut bupati, dalam penghimpunan infaq ini jangan dilakukan secara paksa. Sebab, penghimpunan infaq ini bukan kewajiban, bukan pula keharusan.

‘’Tapi, kita mengajak para siswa untuk beramal dan berinfaq. Dana yang terkumpul akan dikembalikan ke siswa dalam bentuk barang. Misalnya, sepatu dan tas yang dibutuhkan siswa kurang mampu. Jadi, para siswa sendiri yang akan mencari teman-temannya yang layak diberikan bantuan,’’ tutur bupati.

Sedangkan Ketua Baznas, Faisal Nazarudin, S.Sos, menjelaskan, infaq uang jajan siswa SMP ini jadi program unggulan Baznas tahun 2024.

‘’Saat ini sudah dilaksanakan di SMPN 6. Dana infaq dari uang jajan siswa ini dihimpun para siswa lalu disetor ke Baznas. Kemudian, dana infaq itu akan dikembalikan 2 kali lipat ke sekolah dalam bentuk program atau dalam bentuk barang. Misalnya dalam bentuk sepatu, tas dan kebutuhan siswa lainnya. Penghimpunan dana infaq dari uang jajan siswa itu dilakukan setiap hari jum’at saja. Makanya program ini disebut Berkah Jajan Jum’at,’’ ujarnya.

Soalnya lanjut Faisal Nazarudin, masih banyak siswa yang sekolah sambil bekerja. Serta masih banyak siswa yang berperan menjadi kepala keluarga. Bahkan, masih banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah karena tidak punya biaya.

‘’Untuk membantu para siswa itu, Baznas berusaha menarik infaq dari para siswa. Karena penghimpunan dana itu dilakukan Baznas, maka, pengumpulan dana dari uang jajan siswa itu bukan termasuk Pungli. Tapi, pengumpulan dana itu memiliki dasar hukum karena dilakukan Baznas. Karena ini bersifat infaq maka sekolah tidak boleh menetapkan nilai infaqnya. Tapi, penghimpunan infaq itu harus dilakukan siswa secara ikhlas dan sukarela,’’ ujar Faisal Nazarudin.

Sementara Kadis Dikbud, Rezza Pahlevie, menjelaskan, program Berkah Jajan Jum’at ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial anak didik terhadap teman dan lingkungan.

‘’Sehingga melalui penghimpunan infaq dari uang jajan siswa yang dilakukan setiap Hari Jum’at itu, para siswa bisa membantu teman-temannya yang kurang mampu. Jadi program ini merupakan bagian dari pendidikan akhlaq para siswa,’’ tutur Rezza.

Usai launching, para kepala sekolah diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada bupati terkait pengumpulan infaq dari uang jajan siswa.

Kepala sekolah SMPN 17 Kampung Melayu, Bermani Ulu, M.Sikrun, mengaku sudah melaksanakan penghimpunan infaq siswa. Bahkan, setiap 3 bulan sekali, dana infaq siswa itu telah dibagikan kepada 2 siswa yang membutuhkan.

‘’Setiap 3 bulan sekali, dana infaq yang terkumpul kita bagikan kepada 2 siswa dari 1 desa. Jadi, pemberian bantuan dilakukan secara bergilir. Nilainya rata-rata Rp250.000 per siswa,’’ lapor Sikrun.

Kepala sekolah SMPN3, Arni Wely, malah menceritakan upayanya dalam membangun mushola sekolah. ‘’Mushola kami itu dibangun dengan dana sumbangan dewan guru. Saat ini sudah bisa dimanfaatkan. Tapi, mushola kami belum sempurna belum ada pintu dan jendelanya. Apakah Baznas dan Pak Bupati bisa membantu mushola kami,’’ tukas Arni.

Usulan Arni Wely langsung ditanggapi bupati. ‘’Kata pak ustadz, di dalam hartamu ada milik orang lain. Berikan diminta atau tidak diminta. Jadi pembangunan mushola yang dilakukan dewan guru sangat baik. Tapi, saya akan ikut membantu. Seperti petuah adat, kalau tidak penuh ke atas yang penuh ke bawah,’’ demikian bupati.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here