Sanggar Rafflesia Juara I Lomba Tari Kejei HUT Curup

0
32

Setelah bersaing ketat, menyisihkan 5 peserta, Sanggar Rafflesia dari Kecamatan Curup Timur berhasil merebut juara I Lomba Tari Kejei. Lomba digelar di panggung utama HUT Curup ke-144 di Lapangan Dwi Tunggal, Selasa, (14/5) sore.

Juara II dan III direbut Sanggar Payung Rajo Kelurahan Talang Ulu dan UKM Kesenian IAIN Curup. Harapan I, II dan III diraih Sanggar Buteu Paco, Sanggar Kemilau Budaya dan Sanggar Semulen Perjako.

Para juara hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari M. Syafik, SE, M.Baksir dan Rosari Paramita itu langsung diberikan hadiah. Yakni berupa, piala, piagam dan uang pembinaan dari panitia.

‘’Kita dewan juri telah melakukan penilaian secara objektif terkait kualitas gerak, kesesuaian tema, kepenarian, busana dan tata rias. Hasilnya, Sanggar Rafflesia terpilih sebagai juara I,’’ jelas Syafik.

Dikatakan, Tari Kejei merupakan tari tradisi yang sakral dan syarat dengan tradisi dan adat. Tari Kejei sudah dipatenkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional. Sehingga pakem-pakem Tari Kejei sudah terdaftar dan tak bisa diubah-ubah. Mulai dari irama musik, gerak tari, busana, tata rias dan aksesoris penari. Termasuk perlengkapan pendukungnya seperti penai dan lainnya.

‘’Misalnya keris yang digunakan sebagai aksesoris pelengkap harus keris Rejang dan bukan keris Jawa. Keris Palembang masih bisa karena wilayah Rejang dahulunya masuk dan bergabung dengan Kesultanan Palembang. Makanya ada keris yang dipakai peserta terpaksa kita tarik karena menggunakan keris Jawa,’’ tutur Syafik.

Secara umum, lanjut Syafik penampilan Tari Kejei dari Sanggar Rafflesia memang bagus. Gerak penari putra dan putri asuhan Lusiana Sapitri selaku koreografer tampak kompak dan serasi mengikuti irama gong dan kelintang. Begitu juga suara dan irama penyambei atau pelantun sastra lisan tradisi terasa enak didengar.

Tari Kejei Sanggar Rafflesia didukung 3 penari putri, Kevi, Diyah dan Taria. Dan 3 Penari putra terdiri dari, Reyhan, Alam dan Farhansyah. Nyambei, Wulan. Pemusik, Al Ibsa (kelintang), Givati (rebab) dan Charles sebagai pemukul gong.

‘’Alhamdulillah, usaha dan latihan keras kawan-kawan telah membuahkan hasil yang baik. Yakni berhasil terpilih sebagai juara I,’’ ungkap Lusiana selaku koreografer Sanggar Rafflesia.

Hal senada disampaikan Diajeng, koreografer dari Sanggar Payung Rajo yang merebut juara II. ‘’Kita sangat bersyukur bisa merebut juara II. Hadiahnya akan kita bagikan kepada seluruh crew Sanggar Payung Rajo,’’ kata Diajeng.

Sedangkan Sekretaris Sanggar Pat Petulai Rejang Lebong, Sutan Alim, S.Sos usai lomba menjelaskan bahwa, Lomba Tari Kejei ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai warisan budaya daerah.

‘’Para peserta lomba ini telah membuktikan kecintaannya terhadap warisan budaya. Yakni, Tari Kejei. Diharapkan, para kaum muda di Rejang Lebong dapat mendukung pelestarian budaya Rejang,’’ demikian Sutan Alim, mengakhiri.

Share