Bengkulu Kota , RPP- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu bersama jajaran Polsek memperketat pengawasan terhadap aktivitas geng motor dan kelompok remaja berbahaya di wilayah Kota Bengkulu.
Pada tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 40 orang telah diamankan karena diduga terlibat dalam aktivitas kelompok motor yang meresahkan masyarakat.
Dari total 40 orang yang diamankan, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka (2 orang sudah tahap P21 dan 3 orang dalam proses sidik). Sementara itu, 35 orang lainnya berstatus sebagai saksi, di mana mayoritas merupakan pelajar dari berbagai SMP, SMA, dan SMK di Kota Bengkulu, serta beberapa warga non-pelajar.
Berdasarkan data pemetaan kepolisian terbaru, terdapat 13 titik kumpul kelompok motor dengan estimasi jumlah anggota yang cukup signifikan, yakni:
1.Pasukan Senyap Malam: Berlokasi di Kelurahan Semarang dengan anggota sekitar 40 orang.
2.Wagana: Berlokasi di Simpang Bapas Kuala Alam dengan anggota sekitar 30 orang.
3.Dendam Ceria: Berlokasi di Jalan Danau Dendam Tak Sudah dengan anggota sekitar 30 orang.
4.City Crew: Berlokasi di Jalan Cendana Sawah Lebar dengan anggota sekitar 30 orang.
5.No Name: Berlokasi di Jalan Kalimantan Raya Rawa Makmur dengan anggota sekitar 30 orang.
6.Geng Motor Warung Sultan (WS): Berlokasi di Bumi Ayu Ujung dengan anggota sekitar 30 orang.
7.KA Seto dan Rasixs Community: Berlokasi di belakang Hotel Santika dengan anggota sekitar 30 orang.
8.Geng Motor Warung Dedi: Berlokasi di Kelurahan Panorama dengan anggota sekitar 20 orang.
9.Geng Motor Venom: Berlokasi di dekat RS DKT dengan anggota sekitar 20 orang.
10.Mushang King 2022: Berlokasi di depan MAN Model Gading Cempaka dengan anggota sekitar 20 orang.
11.Geng Motor Warung Hafizh: Berlokasi di Jalan Bumi Ayu dengan anggota sekitar 20 orang.
12.Geng Motor BATS: Berlokasi di Jalan Hibrida Raya depan RS Ummi dengan anggota sekitar 15 orang.
13.Pasukan Semenanjung: Berlokasi di belakang SMA 7 Jalan Jenggalu dengan anggota sekitar 15 orang.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa keberadaan kelompok-kelompok ini menjadi perhatian serius.(Adit)
















